Refleksi Atas Surat al-Baqarah ayat 42



Multaqo- Setiap hal yang benar, wajib dikatakan benar dan yang salah pun wajib dikatakan apa adanya. 

Nabi Muhammad berpesan bahwa, Qul walau Kana murran,katakanlah walaupun itu pahit. Dengan artian bahwa apapun itu bentuknya katakanlah apa adanya. 

Hal yang paling sulit dipraktikan adalah kejujuran, bersikap dan berkata jujur adalah satu hal yang ringan dikatakan tapi berat dan sulit dilaksanakan.

Mengapa tidak sedikit di antara kita, termasuk kita sendiri sangat sulit untuk bersikap dan berkata jujur? 

Ada satu ungkapan yang menarik dari salah satu Ulama’ besar Imam ar-Razi, bahwa untuk mengatakan kebenaran dan kejujuran maka bara api dan pisau tajam lawannya. 

Hal ini menandakan bahwa untuk bersikap dan berkata jujur benar-benar membutuhkan tekad dan semangat yang besar, serta keyakinan yang kuat. 

Allah dalam kitabNya berfirman; 

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya. (QS: Al-Baqarah-42)

Dalam ayat di atas memiliki sebuah keeratan antara kejujuran dengan pengetahuan. Mengapa? Pada kaliamat wa antum ta'lamun yang artinya engkau mengetahui, menandakan bahwa setiap manusia sudah dibekali pengetahuan yang luar biasa oleh Tuhan. 

Permasalahannya adalah pada sikap dan pola pikir dalam menilai kebenaran dan kejujuran. 

Kejujuran dan kebenaran adalah satu hal yang berkaitan. Kejujuran bermuara pada rasa di dalam hati sedangkan kebenaran adalah ruang di mana akal dan hati bertemu. Out putnya adalah sikap dan sensitivitas. 

Di mana manusia memiliki tiga dimensi ruang; ruang spiritualitas, intelektualitas dan sensitivitas. Yang mana dengan tiga ruang itu, setiap manusia mengaktualisasikannya dalam kehidupan sosial.

Oleh sebab itu, mari belajar bersama untuk bersikap dan berkata jujur apa adanya. Walaupun kadang harus bersikap dan berkata tidak jujur dengan alasan tertentu, walaupun begitu tidak ada salahnya mencoba dan berupaya.[]



0 Response to "Refleksi Atas Surat al-Baqarah ayat 42"

Post a Comment

Terima kasih atas komentar dan masukan panjenengan semua, semoga ilmu dan masukan dari panjenengan bermanfaat untuk kita semua

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel