Memaknai Rezeki dari Allah


Multaqo –
Siapa yang tidak pernah merasa bingung saat uang di dompet sudah menipis? Sedangkan anak dan istri kita kebutuhannya semakin bertambah. 

Atau, pernahkah anda ketika sedang benar-benar membutuhkan bantuan, namun teman-teman anda sepertinya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing? 

Atau ketika anda benar-benar tidak memiliki uang tapi ada kebutuhan mendadak yang benar-benar membuat anda memutar otak? 

Pertanyaan di atas sering kali muncul dalam kondisi-kondisi kehidupan. Setiap orang memiliki potensinya untuk menyikapi kondisi-kondisi tersebut. 

Ada yang hutang ke kerabat, teman atau sahabat. Ada juga yang menjual barang berharga yang dimilikinya. 

Tentu potensi dan kondisi tersebut membuat kita benar-benar berada pada titik untuk menuntaskan permasalahan serta mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan kita saat itu. 

Yang jelas, bagaimanapun kondisi yang sedang kita alami, akan ada kondisi yang juga mengimbangi keadaan tersebut. Jika kita sadari maka apa yang dikatakan Tuhan dalam Kitab SuciNya yaitu:

Barang siapa semakin bersyukur kepadaKu maka akan Aku tambah kenikmatan (keberkahan Rezeki, ketenangan, kesehatan). Dan barang siapa mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya adzabKu sangat menyakitkan.

Dengan kata lain, kondisi apa pun yang sedang kita alami pasti bersamaan dengan kondisi yang ditawarkan oleh Tuhan. 

Jika berkaitan dengan Rezeki maka Tuhan menjawabnya pada QS: Al-Lukman ayat 10

(خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ بِغَیۡرِ عَمَدࣲ تَرَوۡنَهَاۖ وَأَلۡقَىٰ فِی ٱلۡأَرۡضِ رَوَ ٰ⁠سِیَ أَن تَمِیدَ بِكُمۡ وَبَثَّ فِیهَا مِن كُلِّ دَاۤبَّةࣲۚ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤءࣰ فَأَنۢبَتۡنَا فِیهَا مِن كُلِّ زَوۡجࣲ كَرِیمٍ)

Langit itu diciptakan tanpa tiang penyangga, bahkan di bumi beragam tanaman dan makhluk yang bergantung pada apa yang diturunkan Tuhan, yang mana Tuhan menurunkan air dari langit, kemudian menumbuhkan dan menghidupkan seperti halnya sebuah kelahiran baru. 

Artinya apa? Bahwa Tuhan menjamin segala kondisi kita dan menegaskan bahwa segala sesuatu yang berasal dariNya akan kembali kepadaNya. 

Oleh sebab itu, terlepas dari bagaimanapun kondisi perekonomian kita saat ini, kembang kempisnya dompet anda, kesusahan dan kesedihan yang sedang dialami, ternyata tidak lepas dari apa yang menjadi kehendak Tuhan

Karena semakin kita menyadari bahwa setiap permasalahan sudah disiapkan solusinya oleh Tuhan, maka semakin dewasa pula dalam menyadari dan belajar mengimaniNya. 

Kalau anda ingin bukti tentang solusi tersebut, biasanya ada saja baik secara disengaja atau tiba-tiba kita mendapat rejeki yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan. 

Karena konsep rezeki yang sesungguhnya bukan hanya bermakna material, tetapi juga immaterial. Tidak hanya berupa uang atau benda- benda. Melainkan kemudahan dan bantuan moril lainnya. 

Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan cinta kasihNya.[]



1 Response to "Memaknai Rezeki dari Allah"

Terima kasih atas komentar dan masukan panjenengan semua, semoga ilmu dan masukan dari panjenengan bermanfaat untuk kita semua

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel