Hukum Onani, Mantrubasi atau Mengeluarkan Air Mani dengan Tangan Sendiri Menurut Beberapa Ulama' madzhab

 

Sehat.com

Multaqo - Aktivitas seksual pria dan wanita secara mandiri disebut dengan mantrubasi atau onani. Hal ini dilakukan untuk merangsang alat kelamin sendiri sehingga mencapai pada kepuasan ekstasi.

Dalam istilah Arab onani atau masturbasi dikenal dengan istimna'. Mengeluarkan air mani tanpa melalui hubungan seksual melainkan dengan tangan sendiri atau tangan orang lain, atau dengan bantuan alat tertentu.

Baik onani atau mantrubasi sama saja, karena perlakuan dan tujuannya sama. Lantas bagaimana hukum mantrubasi atau onani, atau mengeluarkan air mani dengan tangan sendiri?

Ada beberapa ulama yang mengharamkan secara mutlak, ada juga yang memakruhkan dan memperbolehkan dengan alasan tertentu. 


Berikut adalah hukum mantrubasi atau onani atau mengeluarkan air mani dengan tangannya sendiri 


Menurut Madzhab Imam Maliki dan Syafi'i diharamkan secara mutlak tindakan onani atau mantrubasi. Ulama Syafi'i beralasan bahwa Allah SWT memerintah menjaga kemaluan kecuali di hadapan istri atau budak perempuan yang didapat dari hasil peperangan.


Allah Ta'ala berfirman:


وَّالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَۙاِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚفَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعٰدُوْنَۚ


Artinya: Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di luar itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al Ma'arij: 29-31)


Alasan pendapat ulama Syafi'i dan ulama Maliki ini disampaikan juga diperkuat dalam kedua hadis berikut:


أَنْ يَتُوبُوا، إِلَّا أَنْ يَتُوبُوا، فَمَنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ النَّاكِحُ يَدَهُ


Artinya, "Ada tujuh golongan yang tidak akan dilihat (diperhatikan) Allah pada hari Kiamat, tidak akan dibersihkan, juga tidak akan dikumpulkan dengan makhluk-makhluk lain, bahkan mereka akan dimasukkan pertama kali ke neraka, kecuali jika mereka bertobat, kecuali mereka bertobat, kecuali mereka bertobat. Siapa saja yang bertobat, Allah akan menerima tobatnya. Satu dari tujuh golongan itu adalah orang yang menikah dengan tangannya (onani)." (Lihat: al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman, jilid 7, hal. 329).


يَجِيءُ النَّاكِحُ يَدَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَدُهُ حُبْلَى


Artinya, "Orang yang menikah dengan tangannya akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tangan terikat," (HR al-Baihaqi).


Dengan demikian, menurut ulama Syafi'i, istimna' (onani atau masturbasi) merupakan kebiasaan buruk yang diharamkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah.

Sedangkan menurut Imam Hanafi, istimna' atau mantrubasi diperbolehkan dalam kondisi tertentu dan diharamkan dalam kondisi tertentu juga. Berikut penjelasannya:

Istimna' diharamkan bila sekadar untuk membangkitkan dan mengumbar dorongan syahwat. Namun, ketika kuatnya dorongan syahwat, sementara pasangan sah tempat menyalurkan tidak ada, sehingga istimna' semata untuk menenangkan dorongan tersebut, maka hal itu tidak dipermasalahkan.

Sebab, bila tidak dilakukan justru ditakutkan akan terjerumus kepada perbuatan zina, dengan tujuan sebagaimana dalam kaidah:


تحصيلاً للمصلحة العامة، ودفعاً للضرر الأكبر بارتكاب أخف الضررين

Meraih kemaslahatan umum dan menolak bahaya yang lebih besar dengan mengambil sesuatu (antara dua perkara) yang lebih ringan bahayanya.

Oleh sebab itu  pendapat para ulama Hanafi dapat disimpulkan bahwa, pertama boleh karena darurat, dan haram karena masih ada solusi terbaik, yaitu berpuasa.

Hal ini diperkuat oleh pendapat imam Hanbali, istimna' hukumnya haram kecuali karena mengkhawatirkan dirinya terjerumus kepada perbuatan zina, atau karena takut akan kesehatan, baik fisik atau mentalnya, sedangkan istri tidak ada dan menikah belum mampu. Maka tidak ada salahnya istimna' baginya.

Itulah Hukum onani atau mantrubasi atau mengeluarkan mani dengan menggunakan tangan sendiri menurut berbagai pandangan ulama dan imam madzhab.

0 Response to "Hukum Onani, Mantrubasi atau Mengeluarkan Air Mani dengan Tangan Sendiri Menurut Beberapa Ulama' madzhab"

Post a Comment

Terima kasih atas komentar dan masukan panjenengan semua, semoga ilmu dan masukan dari panjenengan bermanfaat untuk kita semua

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel