Boleh Merasa Paling Susah, Tapi Jangan Lupa, Bahwa Tuhan Selalu Mencukupi Kebutuhan Kita

 


Multaqo - Pernahkah anda mengalami kondisi di mana serba kekurangan, bahkan untuk yang dimakan besok saja Anda belum ada atau tidaknya? 

Hal ini pasti pernah dialami oleh siapapun. Posisi di mana serba sulit bahkan untuk sekedar makan saja. Tetapi ada satu janji bagi orang yang beriman, bahwa selagi masih dalam kondisi hidup pasti akan dicukupi oleh Allah. 

Kita perlu mengetengahkan pemahaman antara beriman dan berusaha. Berusaha adalah salah satu upaya wajib manusia, sedang menyerahkan semua hasil dan prosesnya kepada Tuhan adalah salah satu bentuk keimanan kita. 

Oleh karena itu, beriman bukan berarti hanya bersyahadat saja, atau shalat saja, melainkan juga upaya mempercayai dan menyandarkan segala urusan kepadaNya adalah bentuk keimanan. 

Karena dengan mengikutsertakan Tuhan dalam setiap usaha dan langkah kita, adalah bagian penting dari sikap iman kita kepada Tuhan. 

Perihal Rizki dari Tuhan dan kecukupan dariNya disampaikan dengan kalimat indah dalam kitab suciNya. QS: Al-Baqarah Ayat 22, sebagai berikut: 

الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَآءَ بِنَآءً وَّاَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَخۡرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزۡقًا لَّـكُمۡ‌ۚ فَلَا تَجۡعَلُوۡا لِلّٰهِ اَنۡدَادًا وَّاَنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

Alladzii ja'ala lakumul arda firaashanw wassamaaa'a binaaa 'anw wa anzala minassamaaa'i maaa'an fa akhraja bihii minas samaraati rizqal lakum falaa taj'aluu lillaahi andaadanw wa antum ta'lamuun

(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

Satu hal yang perlu kita garis bawahi adalah penciptaan dan pemenuhan kebutuhan atas ciptaanNya. Di mana Tuhan menciptakan manusia dengan segala macam kebutuhannya. 

Artinya kondisi di mana kita merasa sedang kesusahan adalah kondisi yang menegaskan kepada kita bahwa Tuhan pasti mencukupi kebutuhan kita. 

Apa bentuknya? Bentuknya tak disangka-sangka, tetapi selalu ada stimulus dan responnya. Hal ini kita percayai sebagai perantara. 

Di mana Tuhan memberikan apa yang benar-benar menjadi kebutuhan kita bisa secara langsung atau melalui teman, orang tua, bahkan orang lain yang tidak disangka-sangka. 

Ketika Tuhan menjadikan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, artinya ketika kita berada Di HamparanNya maka pasti kita dicukupi dan diberi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan yang kita inginkan, baik yang bersifat primer maupun sekunder. 

Hal yang perlu kita garis bawahi adalah upaya dan penyandaran kita kepada Tuhan. Sebagian meyakini bahwa prosentase bekerja hanya 1,5% sedangkan yang 98,5% adalah penyerahan dan penyandaran kita kepada Tuhan. 

Tetapi ada juga yang berpandangan terbalik, di mana upaya dan penyandaran atau tawakal harus berimbang. Artinya berdoalah dan memintalah kepada Tuhan, tetapi jangan lupa berusaha dan berupaya sebagai bentuk rasa syukur atas kesehatan yang masih diberikan oleh Tuhan kepada kita.

Oleh karena itu, meyakinkan diri bahwa Tuhan selalu memberi apapun yang kita butuhkan dengan berbagai bentuk, tidak lepas dari rasa syukur kita yang berupa upaya dan usaha karena kita masih memiliki kesehatan. 

Semoga selalu dilancarkan Rizki kita dan diberi kelancaran setiap urusan kita, amin.[]



0 Response to "Boleh Merasa Paling Susah, Tapi Jangan Lupa, Bahwa Tuhan Selalu Mencukupi Kebutuhan Kita"

Post a Comment

Terima kasih atas komentar dan masukan panjenengan semua, semoga ilmu dan masukan dari panjenengan bermanfaat untuk kita semua

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel