Berikut Adab Berhubungan Intim yang Dianjurkan Dalam Islam



Multaqo – Untuk mjaga keharmonisan hubungan rumah tangga, agaknya tidak hanya kebutuhan makan, minum, uang dan rumah yang mewah. Melainkan bisa saling memberi kenikmatan atau memuaskan antara suami dan istri. 

Tidak sedikit, pasangan suami istri yang bercerai karena alasan kurangnya nafkah batin. Sehingga mencari pelampiasan lain, akhirnya selingkuh atau pergi ke tempat-tempat penyedia jasa demikian.

Islam membenci perceraian dan menyukai kebersamaan, hal ini digambarkan dalam sebuah keterangan bahwa ketika sudah menikah, sang istri mencium tangan sang suami sama halnya dengan mengecup Hajar Aswad. 

Berbagai aktivitas rumah tangga dan bersentuhan antara suami istri, nilainya adalah ibadah dan tentunya mendapat pahala.

Oleh karena itu, Islam juga mengatur bagaimana seharusnya hubungan suami istri, khususnya dalam hal berhubungan badan, agar terjaga keharmonisan keluarganya.

Baca Juga : 

Doa Masuk dan Keluar dari Masjid

Teks Sholawat Ibrahimiyah Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya


Berikut adalah adab berhubungan intim dalam islam

Membaca Niat agar terhindar dari sesuatu yang haram. Berniat untuk memperbanyak keturunan dari umat Islam akan menjadi pahala terhadap perbuatan ini. Dari Abu Dzar RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

 “Dalam kemaluan salah satu di antara kamu itu shodaqoh –maksudnya dalam berjima dengan istrinya- mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah satu diantara kita menyalurkan syahwatnya dia mendapatkan pahala? Beliau menjawab: “Apakah pendapat anda kalau sekiranya diletakkan pada yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Begitu juga kalau diletakkan yang halal, maka dia mendapatkan pahala.” (HR Muslim).

Melakukan percumbuan/istimna' Misalnya dengan cumbuan, rayuan, permainan dan ciuman. Dahulu Nabi SAW juga melakukan hal tersebut. Hal ini juga dapat membedakan manusia dengan hewan yang hanya langsung melakukan hubungan.

Membaca doa Baik suami atau istri dapat membaca doa: “Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkan syetan dari kami dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau rezkikan kepada kami. Rasulullah SAW bersabda: “Kalau Allah mentakdirkan diantara keduanya anak, syetan tidak akan (dapat) mencelakainya selamanya.” (HR Bukhori).

Diperbolehkan melakukan hubungan intim lewat qubul (kemaluannya) dari sisi mana saja. Baik dari depan atau belakang dengan syarat harus di kemaluannya. Rasulullah SAW bersabda: “Baik depan atau belakang selagi itu di kemaluannya (tidak apa-apa)." (HR Bukhori dan Muslim).

Tidak boleh lewat dubur. Rasulullah SAW bersabda: “Dilaknat orang yang mendatangi istrinya di duburnya.” (HR Ibnu Ady).

Jika suami ingin kembali berhubungan seks, dianjurkan berwudlu terlebih dulu. Rasulullah SAW bersabda: “Kalau salah satu di antara kamu telah mendatangi istrinya kemudian ingin mengulanginya, hendaknya dia berwudu di antara keduanya, karena hal itu lebih bersemangat dalam mengulanginya.” (HR Muslim).

Diperbolehkan mandi bersama

Aisyah RA berkata: “Dahulu saya mandi bersama Nabi SAW dalam satu bejana antara diriku dan dirinya. Bergantian tangan kami dan beliau mendahuluiku sampai saya mengatakan ‘Biarkan untukku, biarkan untukku’ berkata, “Keduanya dalam kondisi junub.” (HR Bukhori dan Muslim).

Diharamkan berhubungan intim saat istri sedang haid. Akan tetapi diperbolehkan bagi suami menikmati selain dari kemaluan, berdasarkan hadits daei Aisyah RA: “Dahulu Rasulullah SAW menyuruh salah satu di antara kita ketika haid agar memakai (pembatas) kain kemudian suaminya dapat menikmatinya.” (Muttafaq ‘alaihi).

Itulah adab berhubungan atau seksual antara suami dan istri yang dianjurkan oleh Islam. Semoga bermanfaat dan bertambah kebahagiaan keluarga anda.[]




0 Response to "Berikut Adab Berhubungan Intim yang Dianjurkan Dalam Islam"

Post a Comment

Terima kasih atas komentar dan masukan panjenengan semua, semoga ilmu dan masukan dari panjenengan bermanfaat untuk kita semua

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel