Hukum Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim Di Acara Resmi

Mengucap Salam merupakan salah satu perintah syariat islam, ketika sedang bertemu dengan sesama, seperti halnya yang pernah di contohkan oleh Baginda Nabi Muhammad Saw, salam juga mengandung doa, baik yang mengucap salam atau yang menjawab salam.

Mengawali salam terlebih dahulu bagi pengendara kepada pejalan kaki, begitu juga bagi pejalan kaki mengawali salam terlebih dahulu kepada seseorang yang duduk, begitu islam mengatur semua tatanan masyarakat, agar tercipta saling rukun tanpa  melihat status sosial atau ekonomi.

Anjuran bagi seseorang yang memasuki suatu majilis atau keluar dari majlis untuk mengucapkan salam, jika yang mendengar salam hanya satu orang maka wajib baginya untuk menjawab, jika di suatu majilis itu banyak jamaahnya maka menjawab salamnya di hukumi fardlu kifayah, dengan catatan ada yang menjawab salam terlebih dahulu.

Kesempurnaan Melafadkan Salam bagi yang mengucapkan  atau yang menjawab salam adalah  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهDi perbolehkan mengucap salam menggunakan lafad yang sempurna atau yang pendek sesuai kehendaknya, namun, pahala yang di berikaan pastinya tidak sama. lihat penjelasan artikel sebelumnya. Keutamaan Mengucap Salam

Hukum Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim
SALAM LINTAS AGAMA
Etika mengucap salam pastinya memiliki etika tersendiri, karena terkadang seseorang saling mengucap salam, tetapi raut wajah mencerminkan kebencian atau punya perasaan benci yang di pendam dalam hati.

Etika Mengucapkan Salam adalah saling menebar kasih dan sayang, menebar wajah berseri-seri "wajah bahagia", berjabat tangan untuk menguatkan tali silaturrahmi dan persaudaraan,  ngobrol riah setelah mengucapkan salam agar tercipta hidup rukun, ada niatan untuk mendoakan lewat ucapan salam.

Begitulah islam mengatur segala macam urusan yang berkaitan dengan sesama, juga mengatur urusan perdagangan, urusan ibadah dan pernikahan, semua itu tidak lain untuk menggiring hambanya melakukan sesuai kehendak dan ridlo dari Tuhan Yang Maha Kuasa, oleh karena itu kita patut bersyukur di takdirkan memeluk agama islam

Hukum Mengucap Salam Kepada Non Islam. seperti yang telah di jelaskan dalam hadits Nabi, di riwayatkan oleh Imam Muslim Ra. Bahwa Rasulullah bersabda, "Janganlah kalian (Orang muslim) mendahului  mengucapkan salam kepada orang yahudi dan nasroni". ini berlaku bagi agama non islam.

Berlandaskan hadits di atas maka seorang muslim di larang mendahului mengucapkan salam kepada non muslim, lalu bagaimana jika orang non muslim mengucapkan salam kepada kita, Syariat islam mengajarkan kepada pemeluknya, jika non muslim mndahului mengucap salam maka kita juga menjawab salam kepadanya.

Dalam hadits nabi di sebutkan. "jika agama nasroni atau yahudi mengucapkan salam, maka hendaknya menjawab salam dengan mengucapakan, "Waalaikum".


Umat islam tidak di perbolehkan mengucap salam terlebih dahulu kepada non muslim, Lalu Bagaimana Hukumnya Seorang Pejabat Mengucap Salam Saat Pidato Kepada Para Masyarakat Non Muslim ?

MUI Jawa Timur mengimbau umat Islam untuk menghindari mengucapkan salam pembuka, kepada semua agama selain islam dalam sambutan di acara resmi.

Imbauan itu terlampir dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang diteken Ketua MUI Jatim, Abdus shomad Buchori.

Dalam keterangannya ,ia menegaskan bahwa mengucapkan salam Pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam adalah perbuatan baru yang merupakan bid’ah, yang tidak pernah ada dimasa lalu.

Baca Juga:


Menurut pandangannya, Salam Lintas Agama minimal mengandung nilai syubhat (samar kehalalannya) yang patut dihindari.

Didalam isi fatwa diatas, terdapat poin yang menyerukan kepada para pejabat untuk menggunakan salam sesuai ajaran agama masing-masing.

Jika pejabat itu Islam,diimbau cukup menggunakan kalimat 'Assalaamu'alaikum.Wr.Wb'. Menurut Bapak Somad, dalam Islam, salam diartikan sebagai doa. Sedangkan doa merupakan ibadah.

Untuk itu, tak baik jika mencampur adukkan ibadah satu dengan yang lain."Kalau saya menyebut assalamualaikum itu doa semoga Allah SWT memberi keselamatan kepada kamu sekalian dan itu salam umat Islam.

Jadi ketika umat Muslim bertemu itu diawali dengan itu, semoga mendapat keselamatan yang diberikan oleh Allah,"ungkap Bapak Somad."

Nah agama lain juga punya, misalnya Hindu salamnya kayak apa, agama Kristen salamnya juga kayak apa, agama Buddha seperti apa. Agama lain kelompok aliran juga seperti itu, memiliki salam yang berbeda.

Misalnya pejabat, seorang gubernur, seorang presiden, wakil presiden, para menteri, kalau dia agamanya muslim pastinya mengunakan lafad ssalamualaikum. Tapi mungkin kalau gubernur Bali ya dia pakai salam Hindu.

Karena salam itu adalah doa dan doa itu ibadah, ini menyangkut Tuhan dan agamanya masing-masing,"pungkasnya.

Imbauan ini mendapatkan dukungan dari Sekjen MUI Pusat, Anwar Abbas. Anwar menjelaskan, dalam Islam, setiap doa mengandung dimensi teologis dan ibadah.Umat Islam hanya diperbolehkan berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah. Karena itu, kata dia, berdoa kepada Tuhan dari agama lain tidak dibenarkan.

Bagaimana fikih menanggapi Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim seperti yang biasa dilakukan oleh para pejabat?

Menimbang para pejabat sudah mengetahui makna/arti salam dari agama lain. Maka hukumnya diperinci:

• Apabila pejabat meng-qoshdu makna(meyakini kebenaran makna) dari kalimat salam tersebut, maka hukumnya haram bahkan bisa kafir

• Apabila pejabat tidak meng-qoshdu makna (tidak meyakini kebenaran makna) dari kalimat salam tersebut, maka hukumnya haram tidak sampai kafir

Pembahasan ini mengerucut kepada model salam lintas agama yang mengandung kalimat kekafiran, seperti ‘Nama Budaya’, ‘Om Swastiastu’,dll.  Keharaman salam diatas berdasarkan pendekatan‘ithlaqu kalimatil kufri’ (mengucapkan kalimat yang mengandung kekafiran). semoga bermnfaat.

Referensi: 
  • - Fathulmuin,hal138.
  • - I’anatuat-Thalibiin,vol4,hal156.
  • - Al-HawyfiFiqhias-Syafii,vol13,hal181.
  • - Bughyatual-Mustarsyidiin,hal297.
  • - FatawaHaditsiyyahli-IbniHajar,hal222.
  • - Asnaal-Matholib,vol16,hal218
  • - Mausu’ahFiqhiyyahal-Kuwaitiyyah,vol37,hal12.
  • - AhkaamuAhliDzimmah,hal69.


Belum ada Komentar untuk "Hukum Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim Di Acara Resmi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel