Toleransi Dalam Pandangan Islam

Multaqo.com-  Toleransi ahir ahir ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, sampai ada yang sholat ke gereja, dengan latar belakang toleransi antar agama, lalu seperti apa pandangan islam Tentang Toleransi, berikut penjelasannya ?

Toleransi  Adalah suatu kerukunan antar umat beragama, seperti agama islam berbaur dengan orang kristen atau budha, Kerukunan seperti ini harus kita jaga, sebab, saudaraa itu terbagi menjadi 3 Hal, pertama saudara seagama, saudara seNegara, saudara kandung.

Rosululloh Saw ketika pertama kali memasuki kota Madinah, yang dilakukannya beliau adalah mempersatukan antara masyarakat Madinah yang saat itu sudah majmuk, terdiri dari beberapa agama.

Toleransi Dalam Pandangan Islam

Sikap Rosul ini juga diadopsi oleh komunitas wali songo saat menyebarkan agama Islam di Indonesia, yakni dengan cara beradaptasi terhadap kultur jawa yang saat itu masyarakat jawa notabenenya masih menganut keparcayaan Kapitayan, Hindu dan Budha.

Di era semacam ini sangatlah sulit untuk lari dari realitas semacam itu, dimana relasi kerja dan pergaulan sering kali dilakukan oleh multi agama yang ada di Indonesia. Lantas bagaimanakah sikap yang harus dijadikan pijakan?

Pandangan Tentang Toleransi

Imam Sulaiman bin Muhammad Bujairimiy menyatakan bahwa toleransi dan adaptasi sah-sah saja dilakukan, tidak haram, selama tidak menyentuh pokok-pokok agama, seperti akidah.

Kitab Hasyiyah al-Bujairimiy ala al-Khotib :

Artinya: makruh hukumnya bergaul dengan orang kafir, sekalipun dengan cara saling memberi hadiah, kemaruhman ini berlaku, jika tidak diharapkan dia akan memeluk islam.

Begitu pula tidak makruh jika antara keduanya ada hubungan kerabat atau tetangga.

Batasan Toleransi Dalam Islam sangat tinggi, Namun, meskipun islam menjunjung tinggi toleransi ada batasan yang harus di perhatikan, seperti contoh   jangan terlalu mencampur adukkan aqidah maupun syariat dengan agama lain. Kedua, jangan sampai  membenarkan atau malah mengakui agama lain. Ketiga, jangan sampai mengikuti kebenaran ibadahnya agama lain. Kempat, jangan melakukan perkawinan yang beda agama.

Baca Juga Artikel Manfaat Lainnya:
Menurut beliau, toleransi dan adaptasi  dengan orang-orang kafir hukumnya makruh. kemakruhan toleransi dan adaptasi dengan orang kafir akan hilang jika dengan tolensi tersebut ia akan tertarik untuk memeluk agama islam.

Dan bisa hilang juga kemakruhannya jika antara keduanya memiliki ikatan keluarga atau tetangga.

Namun, apabila hubungan toleransi dan adaptasi menyeret pada permasalah saling mengasihi maka hukumnya haram, dan bisa menyebabkan kufur bila ridlo dengan agama mereka, sebagaimana dinyatakan oleh imam Sulaiman bin Muhammad al-Bujairimiy dalam karyanya yang lain dengan nama Hasyiyah Bujarimiy ala al-Manhaj berikut:

Artinya haram hukumnya mencintai orang kafir. Yakni, kecenderungan hati kepada mereka. Bukan karna kekafirannya. Jika ia mencintai karna kekafiran mereka, maka ia kafir. hukum ini berlaku, baik cinta terhadap anak, orang tua atau lainnya.

Beliau berpandangan demikian dengan didasarkan pada firman Alloh surat al-Mujadalah ayat 22

Artinya: "kamu sekalian tidak akan mendapati kaum yang beriman kepada Alloh swt dan hari kiamat, selama kalian saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Alloh dan RosulNya".

Setelah membaca artikel di atas ini, kami mengharap sahabat semua melakukan sikap toleransi dengan agama lain, dengan batas-batas yang telah di gariskan oleh Syariat islam, semoag dengan artikel tentang Toleransi Dalam Pandangan Islam, bisa membuka dan menambah wawasan tentang keilmuan.

Refrensi Keterangan ini di ambil dari Kitab:

Al-Bujarimiy, Sulaiman bin Muhammad, Hasyiyah Bujarimiy ala al-Manhaj. Kairo: Mathba’ah al-Halabiy
Al-Bujarimiy, Sulaiman bin Muhammad, Hasyiyah Bujarimiy ala al-Khotib. Bairut: Dar al-FIkr

0 Response to "Toleransi Dalam Pandangan Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel