Hukum Dalam Islam Tentang Adopsi Anak

Hukum Dalam Islam Tentang Adopsi Anak

Sejak dahulu, tindakan mengangkat seorang bocah untuk diperlakukan sebagaimana buah hati sendiri telah banyak dijumpai, terutama di wilayah perkotaan. Motif serta tujuan dilakukannya pun beragam. Akan tetapi, bagaimana hukum dalam Islam tentang adopsi anak?

Landasan Hukum dalam Islam tentang adopsi anak

Adopsi anak yaitu proses mengangkat seorang bocah dari orang lain untuk diperlakukan dan dihidupi sebagaimana darah daging sendiri. Adapun latar belakang dari tindakan ini bisa saja sebab tidak dapat memiliki keturunan, berniat membantu keluarga kesusahan, sosial atau lainnya.

Baca Juga: Poligami Menurut Islam Di Indonesia

Tindakan ini sendiri pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika Beliau mengangkat Zaid bin Haritsah menjadi putranya. Oleh karenanya, Islam memperbolehkan tindakan adopsi anak selama tidak menghilangkan nasab asli sang bocah. Hal telah diatur di dalam QS. Al-ahzab ayat 4.
 
Alasan Diperbolehkan Adopsi Anak dalam Islam

Di Indonesia, Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) sebagai lembaga fatwa Islam negara sedah sejak lama mengeluarkan peraturan dibolehkannya melakukan adopsi anak. Keputusan ini di dasarkan kepada Hasil Rapat Kerja Nasional  pada maret 1984.

Berikut merupakan alasan-alasan lain mengapa hukum adopsi anak dalam Islam diperbolehkan:

1. Dilakukan pada Masa Nabi Muhammad

Pada masa Nabi Muhammad SAW, tindakan adopsi anak biasa disebut dengan Tabbani. Secara harfiah, kata tersebut berarti seseorang yang mengambil putra / putri pihak lain untuk diperlakukan sebagaimana buah hatinya sendiri, meliputi kasih sayang dan kebutuhan.

Selain Nabi yang mengangkat seorang putra bernama Zaid bin Haritsah, tindakan adopsi anak umum dilakukan pada masa itu. Alasannya yaitu keadaan peperangan mengakibatkan banyak para lelaki meninggal di medan perang sehingga anak-anak banyak terlantar.

2. Dilegalkan oleh Aturan Negara

Peraturan terkait mengadopsi anak sudah diatur oleh negara di dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 mengenai perlindungan anak. Legalitas lainnya dibahas oleh Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 171 tentang topik serupa.

Adapun bunyi KHI tersebut yaitu, anak angkat ialah seorang bocah yang pemeliharaan kebutuhan sehari-hari, pendidikan, kesehatan, maupun lain-lainnya menjadi tanggung jawab orang tua angkat berdasarkan kepada keputusan pengadilan.

3. Memiliki Tujuan Sosial yang Baik

Secara sosial, mengadopsi anak memiliki tujuan mulia. Salah satunya yaitu melanjutkan keturunan meskipun tidak melalui nasab sendiri. Setiap pasangan suami istri tentu menginginkan memiliki momongan dalam hidupnya.

Selain menjadi perekat hubungan suami istri terkait dengan buah hati, tidak jarang mengadopsi anak di dasari oleh kebutuhan untuk membantu keluarga kekurangan yang memiliki banyak anak. Oleh karena fungsi-fungsi mulia ini, Islam menyambut baik tindakan tersebut.

Baca Juga: 

ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT
5 Keutamaan Adzan Dalam Hadits Shohih

Penjelasan Mengenai Hukum Dalam Islam Tentang Adopsi Anak di atas diambil dari sumber-sumber yang otoritatif demi memberikan Anda informasi yang valid terkait dengan topik tersebut. Jangan sampai salah dalam mempelajari ajaran agama, agar tindakan tersebut mendapatkan berkah.

0 Response to "Hukum Dalam Islam Tentang Adopsi Anak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel