Status Hukum Anak Di Luar Nikah Menurut Ulama Fikih

Hukum Anak Di Luar Nikah. Assalamualaikum sahabat semua semoga jenengan semua sehat selalu, pada kesempatan kali ini kami ingin membagikan sebuah artikel, yang menurut kami perlu untuk di posting, karena memang sangat perlu untuk di ketahui.

Ahir ahir ini pergaulan bebas sudah marak sekali, entah itu anak usia muda, dewasa, Psk atau pelajar, akibat dari adanya pergaulan bebas ini timbul beragam masalah, salah satu yang paling menggetarkan jiwa yakni  hamil di luar nikah.


Hukum Anak Di Luar Nikah Menurut Ulama Fikih


Nah, pada artikel kali ini kami ingin membahas masalah Status Hukum Anak Di Luar Nikah, agar tidak terjadi kesalahan fahaman dalam menghukumi anak di luar nikah, tujuan menulis artikel ini yang pertama memperjelas hukum, kedua mengurangi lahirnya anak di luar nikah, karena nanti beban hukumnya jatuh kepada anak.


Hukum Menikahi Wanita Hamil 

Seorang wanita yang hamil di luar nikah boleh  di nikahi oleh orang yang menghamili dirinya atau orang lain, meskipun wanita tersebut sedang hamil dari perzinahan yang di lakukannya, lalu bagaimana iddahnya, bukannya iddah bagi wanita hamil sampai melahirkan.

Memang, wanita yang sedang hamil iddahnya sampai melahirkan, tapi itu berlaku bagi pernikahan yang sah, sedangkan untuk wanita hamil di luar nikah tidak ada iddahnya, karena iddah itu khusus dalam pernikahan yang sah.

Baca Juga: Hadits Dan Tafsir Keutamaan Adzan Dan Iqomah

Lalu bagaimana status anak yang di kandungnya, apakah nasabnya ikut ke orang yang menghamili atau orang yang menikahi ibunya, dalam kasus ini anak tersebut nasabnya ikut ibu, meskipun telah di lakukan tes DNA bahwa anak tersebut benar-anaknya orang yang menghamili, tetap tes medis tidak bisa merubah hukum yang sudah di tetapkan syara.

Lalu bagaimana Hukum Anak Di Luar Pernikahan, apakah boleh di nikahi oleh ayak biologisnya, mamandang anak tersebut terputus nasab dengan ayahnya, tidak termasuk mahram, dalam kasus ini ada 2 pendapat.

1.  Seorang wanita di hamili oleh siA di luar pernikahan, lalu wanita tersebut hamil kemudian melahirkan seorang anak perempuan, maka menurut Imam Malik orang yang menghamili haram menikahi anak yang di hasilkan dari perzinahan.

Imam Hambali juga berpendapat demikian, yakni laki-laki yang menghamili seorang wanita, lalu melahirkan seorang wanita, maka tidak boleh menikahi anak tersebut, beliau mengambil dalil dari ayat al-qur;an dan hadist.


2.  Kalau menurut Pendapat mayoritas mujtahid dalam madzhab Syafi’i tidak ada ikatan mahram antara laki-laki yang menghamili ibunya dengan anak yang di lahirkan, maka boleh untuk di nikahi oleh lelaki biologisnya, namun sebagian dari madzhab ini ada yang mengaharamkan untuk menikahi anak yang di lahirkan dari perzinahan.


Hukum Menikahkan Anak Di Luar Nikah

Seorang wanita yang mau menikah sedangkan iya di lahirkan di luar pernikahan, maka yang menikahkan adalah hakim bukan suami ibunya, meskipun suami itu di yakni dengan bnar ayah biologisnya,


Hukum Waris Anak Di Luar Nikah

Contoh semisal seorang wanita di hamili oleh Si B,  kemudian melahirkan seorang anak, Si B kemudian menikahi wanita yang ia hamili, tidak berselang lama si B meninggal dunia dengan meninggalkan harta warisan, maka anak dari hasil perzinahan tidak bisa mewarisi harta ayah tirinya.

Baca Juga: 

7 Keutamaan Adzan Dalam Hadits
Adab Ziarah Kubur Bagi Wanita Haid 

Lalu bagaimana solusi agar anak tirinya mendapatkan harta peninggalan ayah tirinya, solusi yang terbaik yakni dengan menghibahkan atau memberikan hadiah, maka boleh, tetapi kalau menggunakan zighot waris tidak di perbolehkan.

Demikianlah artikel tentang Status Hukum Anak Di Luar Nikah Menurut Ulama Fikih yang dapat kami bagikan semoga memberi kemanfaatan bagi semua umat islam. 




Belum ada Komentar untuk "Status Hukum Anak Di Luar Nikah Menurut Ulama Fikih"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel